Potensi Megathrust Selat Sunda dan Seberapa Siapkah Kita

Potensi Megathrust Selat Sunda dan Seberapa Siapkah Kita

Hoy Sob! Kalau mengingat berita waktu itu tentang potensi gempabumi yang mencapai M 8,8 dan terjadi tsunami setinggi 20 meter di selatan Pulau Jawa meresahkan warga. Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PP Muhammadiyah sebagai lembaga yang bertugas mengkoordinasikan penanggulangan bencana di tingkat pimpinan pusat Muhammadiyah, menganggap kalau hal tersebut potensi bukan prediksi. Makanya, masyarakat harus fokus pada pengurangan risiko bencana.

Baca juga : JAMBORE IKLIM 2019

MDMC PP Muhammadiyah melalui berbagai program kesiapsiagaan bencana terus meningkatkan kapasitas masyarakat, baik di rumah, di sekolah, di rumah sakit, dan tempat-tempat umum lainnya. Peringatan dini dan pendidikan evakuasi mengenai kesiapsiagaan bencana juga perlu diketahui oleh masyarakat, misalnya cara untuk segera mengevakuasi diri dan ke mana harus pergi ketika peringatan dini diberikan, serta apa yang harus dilakukan jika kondisi gelap gulita karena tsunami menghantam pada malam hari dan memadamkan listrik.

Menanggapi potensi gempa megathrust, MDMC PP Muhammadiyah menyelenggarakan Bincang Bincang Bencana, sebuah diskusi bersama pakar geologi dan kebencanaan Indonesia dengan tema “Potensi Megathrust Selat Sunda dan Seberapa Siapkah Kita?” yang diadakan pada Jumat, 23 Agustus 2019.

Hadir sebagai pembicara:

Dr. Nuraini Rahma Hanifa (Peneliti Pusat Studi Gempa Nasional/PuSGeN) yang akan menjelaskan tentang pengertian detail megatrust dan potensi dampaknya.

Dr. Rahmawati Husein (Wakil Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC PP Muhammadiyah/Unsur Pengarah BNPB) menjelaskan langkah mendesak yg perlu dilakukan masyarakat utk menyiapkan diri, khususnya mitigasi berbasis local wisdom dan tata ruang wilayah.

Fery Irawan (Direktorat Pemberdayaan Masyarakat/ BNPB) menerangkan kebijakan nasional pengurangan risiko bencana, terutama pada gempa bumi dan tsunami, langkah mitigasi, dan pengembangan teknologi early warning sistem (EWS).

Dr. Mudrik R. Daryono (Peneliti Geologi Gempa Bumi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia/LIPI) menjelaskan  review tentang potensi gempa lain di Indonesia. Khusunya tentang Pemetaan sesar aktif dan seismic gap di jawa.

Moderator:

Sri Atmaja P. Rosyidi, ST., MSc.Eng., Ph.D., PE (Divisi Organisasi dan Kepemimpinan MDMC PP Muhammadiyah/Direktur Pascasarjana UMY) (MA)

 

Dipost Oleh Mutia Allawiyah

Hello, Disasterizen! It's me Mutia. I'm a content writer at Siagabencana.com. I'll provide information about natural disaster preparedness. Nice to know you guys, cheers!

Tinggalkan Komentar