Tanah Longsor: Sebelum, Ketika, dan Sesudah

Tanah Longsor: Sebelum, Ketika, dan Sesudah

Tanah longsor di Sukabumi. Sumber: Kompas.

Sobat Disasterizen, tanah longsor merupakan bencana yang paling lumrah terjadi di Indonesia. Menurut data BNPB, hampir 1000 kejadian tanah longsor terjadi di Indonesia dalam kurun 2018-2019. Selain karena pembangunan secara jor-joran yang mengakibatkan berkurangnya daerah resapan air, curah air hujan yang makin tidak menentu pun menjadi salah satu penyebabnya.

Tapi, apakah kamu sudah tahu apa yang harus kamu lakukan sebelum, ketika, dan sesudah tanah longsor terjadi?

Sebelum

  • Siapkan tas siaga.

Tas siaga adalah tas yang berisi obat-obatan, makanan, surat-surat penting, dan alat-alat lainnya yang akan berguna untuk kamu dan keluarga minimal dalam 3x24 jam setelah bencana. Siapkan tas siaga bencana dan taruh tas siaga di tempat yang mudah dijangkau, seperti di dekat pintu. Usahakan agar seluruh anggota keluarga tahu di mana tas siaga berada. Selain itu, selalu update tas siaga kamu, ya! Jika kamu tidak perbaharui isinya secara berkala, takutnya ada makanan atau obat-obatan yang basi dan sudah tidak layak pakai.

Baca juga: Infografis: Tas Siaga Bencana.

  • Buat rencana komunikasi keluarga.

Rencana komunikasi keluarga adalah rencana apa saja yang seorang anggota keluarga harus lakukan ketika suatu bencana terjadi. Apa yang harus dilakukan ayah? Apa yang harus dilakukan ibu? Apa yang harus dilakukan kakak dan adik? Misalkan, ayah bertugas untuk membangunkan dan mengeluarkan anggota keluarga yang lain sedangkan ibu bertugas untuk keluar membawa tas siaga. Kakak bertugas untuk menghubungi petugas relawan dan adik bertugas untuk mengecek tas siaga secara berkala. Terserah kamu, yang penting rencana ini disepakati dan diketahui secara bersama. 

Ketika

  • Selalu terjaga!

Selalu terjaga dan waspada. Banyak kasus kematian dari tanah longsor diakibatkan karena korban sedang lelap tertidur. Ketika curah hujan semakin deras dan tanah semakin terasa ganjil, kamu bisa memberlakukan sistem shift jaga malam.

  • Dengarkan suara-suara ganjil.

Seperti poin di awal tadi, kamu harus selalu waspada. Dengarkan suara-suara ganjil seperti pohon retak atau batu-batu besar yang berjatuhan dan bergesekan. Jika kamu mendengar sesuatu, langsung kabari yang lain!

  • Menjauh dari jalur longsoran secepat mungkin.

Jalur longsoran sangat berbahaya. Jalur longsoran membawa reruntuhan rumah, pohon, kendaraan, bahkan bebatuan besar. Menjauh dari jalur longsoran secepat mungkin.

  • Hindari lembah sungai dan daerah dataran rendah.

Lembah sungai dan daerah dataran rendah adalah tempat muara akhir dari hasil longsoran tanah. Menjaulah dari daerah tersebut.

Setelah

  • Jauhi daerah longsoran.

Walaupun tanah longsor sudah selesai, bukan tidak mungkin jika longsoran kedua dan ketiga tidak akan terjadi. Karena itu, jauhi daerah longsoran dan tetap berada di tempat pengungsian.

  • Jauhi kabel yang terputus atau menggantung

Kabel yang terputus atau menggantung masih mengandung arus listrik yang aktif yang bisa mencelakakan kamu. Jauhi!

  • Dengarkan kata petugas

Petugas relawan dan tim penyelamat adalah tim yang sudah sangat terlatih. Jadi, dengarkan kata petugas. Jika petugas meminta kamu dan keluarga untuk pergi ke titik A, pergilah ke titik A dan tetaplah berada di sana sampai ada instruksi lebih lanjut.

  • SMS saja.

Jika kamu memiliki kepentingan mendadak, SMS saja. Jangan telepon. Bencana merusak tiang-tiang komunikasi, dan para relawan membutuhkan jalur telepon yang sangat terbatas itu. Jika kamu telepon, dikhawatirkan jaringan telepon kamu akan menghambat kerja para relawan. Dan juga, SMS terkadang lebih efektif ketika provider kamu sedang down.

Nah, sobat Disasterizen, ini adalah hal-hal yang harus kamu lakukan sebelum, ketika, dan setelah bencana tanah longsor terjadi. Ingat, selalu siaga! (RG)

Dipost Oleh

Tinggalkan Komentar