Mobil Listrik Perparah Polusi, Jika.....

Mobil Listrik Perparah Polusi, Jika.....

Sumber : Kompas

Mobil listrik sedang marak-maraknya diperbincangkan di Indonesia, Sobat Disasterizen. Bahkan di beberapa negara, termasuk Prancis, Norwegia, dan Inggris berencana untuk melarang mobil yang berbahan bakar fosil sebelum 2050. Hal ini bertujuan untuk mengurangi polusi udara, serta mengurangi terjadinya perubahan iklim.

Perlu diketahui bahwa mobil listrik ini diperkirakan mengonsumsi hingga 1.800 Terawatt hour (TWh) pada 2040, atau sekitar lima kali lipat dari penggunaan listrik Inggris saat ini. Menggunakan data Inggris sebagai rujukan, listrik yang digunakan mobil listrik akan menambah 510 megaton karbon yang berasal dari sektor listrik di seluruh dunia. Dampak besar ini dapat dikurangi jika listrik seluruhnya dihasilkan dari sumber energi terbarukan, bukan bahan bakar fosil.

Nih ya Disasterizen, meskipun mobil listrik ini jauh lebih rendah gas buangan hasil pembakaran yang dikeluarkannya lebih rendah disbanding mobil konvensional. Tetapi, mobil listrik juga menghasilkan karbon dioksida selama proses pembuatannya.

Baca juga : DAUN PISANG BENTUK NYATA KURANGI PLASTIK SEKALI PAKAI

Ada hal lain yang menjadi bahan pertimbangan pada mobil listrik nih Disasterizen! Permasalahan lain adalah rencana pengurangan kendaraan konvensional dengan cara membuangnya ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Hal tersebut mustahil untuk dilakukan! Bayangkan saja, butuh berapa TPA untuk membuang sisa kendaraan konvensional tersebut?

Masalah lainnya datang dari pengisian mobil listrik. Dengan adanya mobil listrik ini, sebagian orang mungkin akan mengisinya selama jam malam setelah mereka pulang kerja. Hal ini membuat jaringan energi meningkat di malam hari dan dapat menyebabkan masalah pada penyaluran listrik ke masyarakat. Lalu bagaimana solusinya?

Solusinya adalah dengan sistem pengisian bahan bakarnya perlu diperbaiki. Selain itu, dapat memberlakukan tarif yang lebih tinggi pada waktu jam-jam sibuk dan tarif lebih rendah di luar jam sibuk atau saat permintaan listrik sedang kecil. Hal ini akan mendorong para pengguna untuk mengisi daya mobil listrik mereka di luar jam sibuk.

Wah ternyata banyak ya konsekuensi yang ditanggung. Hal ini menjadi bahan pertimbangan yang penting sebetulnya untuk pengadaan mobil listrik. Nanti bukannya megurangi polusi udara malah memperburuk keadaan ya Sobat Disasterizen? Makanya ciptakan mobil listrik bersama dengan energi yang bersih! (MA)

Sumber : TheConversation.com

Dipost Oleh Mutia Allawiyah

Hello, Disasterizen! It's me Mutia. I'm a content writer at Siagabencana.com. I'll provide information about natural disaster preparedness. Nice to know you guys, cheers!

Tinggalkan Komentar