Arsip Tsunami Aceh Sebagai Memory of The World

 Arsip Tsunami Aceh Sebagai Memory of The World

Sumber : Kompas.com

Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) bekerjasama dengan Pemerintah Aceh, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Universitas Syiah Kuala melaksanakan seminar internasional “Reflection of Indian Ocean Tsunami Archives As Memory of The World”, pada Kamis (5/12/19), di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh. Seminar Internasional ini menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Drs. Iman Gunarto M.Hum (Deputi Bidang Informasi dan Pengembangan Sistem Kearsipan-ANRI), T Ahmad Dadek SH (Plt Asisten II Setda Aceh), Yoshimi Nishi PhD (CSEAS Kyoto University), Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal M.Eng (Rektor Universitas Syiah Kuala) dan lain sebagainya.

Ada tiga acara utama dalam acara ini, yaitu seminar internasional, diskusi pembentukan Pusat Studi Arsip Kebencanaan (PUSAKE), dan peresmian gedung Balai Arsip Statis dan Tsunami. Selain itu, terdapat pula acara Pameran Arsip Bencana yang dilaksanakan di Balai Arsip Tsunami Aceh, Hotel Hermes, Banda Aceh.

Tujuan dari acara ini adalah untuk menjadi bahan pembelajaran bagi generasi saat ini dan di masa yang akan datang khususnya terkait dengan bidang kebencanaan. Selain itu, sebagai evaluasi, pemulihan, rekonstruksi atas bencana tsunami, dan membangun pengurangan risiko bencana serta kesiapsiagan masyarakat.

Baca juga : MENGENAL SEKILAS SESAR SEULIMEUM

Latar belakang dalam seminar internasional ini terkait dengan peristiwa tsunami Aceh 15 tahun silam, Disasterizen. Tidak hanya itu saja, pada 30 Oktober 2017, UNESCO telah memasukkan arsip tsunami Aceh sebagai memory of the world untuk pembelajaran dan membangun kesipsiagaan masyarakat dan dunia. Arsip tersebut merupakan rekaman tentang peristiwa bencana tsunami, proses pengurangan risiko bencana, serta proses pemulihan pasca bencana.

Arsip Tsunami Samudera Hindia terdiri dari arsip tekstual sepanjang 9,3 KM Linier, arsip foto sebanyak 500 lembar, arsip rekaman suara sebanyak 196 kaset, arsip video magnetic sebanyak 13 kaset, serta arsip elektronik dalam bentuk CD/DVD sebanyak 1.230 keping. Pernominasian Arsip Tsunami Samudera Hindia dilakukan melalui nominasi bersama (atau Joint Nomination) yang dilakukan oleh Indonesia dan Sri Lanka.

Arsip Tsunami Samudera Hindia merekam peristiwa tsunami maha dahsyat yang terjadi pada 26 Desember 2004 dengan ketinggian gelombang mencapai 30 meter, yang menimbulkan kerusakan di berbagai negara seperti Indonesia, Sri Lanka, India, Malaysia, Myanmar, Bangladesh, Thailand dan 12 negara lainnya, serta menelan korban mencapai kurang lebih 310.000 jiwa. Peristiwa ini juga menjadi salah satu tonggak sejarah kebencanaan dunia yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Sejak dicantumkannya Arsip Tsunami Samudera Hindia dalam International Memory of the World Register, ANRI melakukan berbagai upaya dalam meningkatkan kualitas pelestarian terhadap arsip tersebut. Yang salah satunya diwujudkan melalui pembangunan fasilitas gedung Balai Arsip Statis dan Tsunami.

Pembangunan Balai Arsip Statis dan Tsunami

Dalam rangka meningkatkan akses secara umum terhadap Arsip Tsunami Samudera Hindia sekaligus mengoptimalkan fungsi arsip tersebut sebagai bahan pembelajaran bagi masyarakat, ANRI menginisiasi pendirian Pusat Studi Arsip Kebencanaan.

Pusat Studi Arsip Kebencanaan tidak hanya menjadi rujukan untuk pembelajaran terhadap arsip tsunami samudera hindia, tetapi juga berbagai jenis bencana lain yang pernah terjadi di Indonesia yang informasinya terekam dalam arsip. Selain itu, Pusat Studi Arsip Kebencanaan diharapkan menjadi pusat destinasi wisata studi bagi pengunjung dari dalam dan luar negeri yang ingin mengetahui tentang sejarah kebencanaan di Indonesia.

Dalam membangun Pusat Studi Arsip Kebencanaan, ANRI tidak dapat serta melakukannya sendiri. Oleh sebab itu, adanya dukungan penuh dari BNPB selaku lembaga pemerintah yang bertanggung jawab dalam bidang penanggulangan bencana. Selain itu, ANRI pun juga melibatkan Universitas Syiah Kuala khususnya dalam memperkuat kualitas kegiatan riset dan publikasi ilmiah yang akan dihasilkan oleh Pusat Studi Arsip Kebencanaan. ANRI punjuga menggaet Pemerintah Aceh dalam upaya menjadikan Pusat Studi Arsip Kebencanaan sebagai destinasi wisata pendidikan kebencanaan.

Saat ini, ANRI pun juga sedang mengusulkan dua arsip yang memiliki signifikansi dunia yaitu Arsip KTT GNB I dan Arsip Pidato Sukarno di Sidang Umum PBB 1960 yang berjudul “To Build the World Anew”. (MA)

Sumber : Hanif (U-Inspire)

Dipost Oleh Mutia Allawiyah

Hello, Disasterizen! It's me Mutia. I'm a content writer at Siagabencana.com. I'll provide information about natural disaster preparedness. Nice to know you guys, cheers!

Tinggalkan Komentar