Menilik Sosialisasi SNI Bidang Kebencanaan

Menilik Sosialisasi SNI Bidang Kebencanaan

Secara umum, SNI (Standar Nasional Indonesia) masih relevan, sangat diperlukan dan dapat menjadi acuan bagi para penyedia layanan sehingga tidak salah arah. Di Indonesia sendiri, sosialisasi SNI untuk layanan kemanusiaan dalam bencana menurut Arifin Muh Hadi dalam paparannya di salah satu Ignite Stage di Puncak Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana 2022 mengatakan, perlu adanya pembaharuan kembali yang disesuaikan dengan beberapa perubahan pada referensi acuannya, misalnya saja SPHERE terbaru. 

Tahun 2022, perlu dikaji ulang 20 dokumen SNI Penanggulangan Bencana apakah masih relevan atau tidak untuk di implementasikan pada situasi saat ini, mengingat SNI tersebut telah berusia 10 tahun tanpa ada momen kaji ulang efektivitas peraturannya.

Selain perlu dikaji ulang, sangat perlu untuk dicek kembali tata bahasa dalam aturan SNI agar tidak lagi atau minim multitafsir, tidak overlapping, dan memiliki bahasa sederhana yang bisa dipahami hinggal level pelaksana teknis penanggulangan bencana. Juga memperhatikan pembagian peran dan kewenangan pentahelix, karena di SNI ini masih campur aduk dan terlalu berat bagi penyedia layanan. Selain itu, isu-isu lintas sektor dalam situasi tanggap bencana (difabel, perlindungan anak dan perempian, lingkungan, dan lain-lain) menjadi perhatian lebih.

Persyaratan SNI di Berbagai Layanan
Layanan Kesehatan

SNI pada bidang layanan kesehatan sendiri ada beberapa persyaratan yang harus dilakukan, seperti…

  • Memberi setiap orang akses setara pada layanan kesehatan yang tepat, aman, dan bermutu yang terstandarisasi, mengikuti protokol dan panduan yang tersedia. 
  • Memastikan agar layanan kesehatan diberikan oleh angkatan kerja yang terlatih, kompeten, mempunyai gabungan pengetahuan, dan keterampilan yang memenuhi kebutuhan kesehatan penduduk. 
  • Memberi orang akses pada pasokan obat utama dan alat kesehatan. 
  • Memberikan akses layanan kesehatan gratis pada saat bencana bagi penduduk terdampak. 
  • Merancang dan memberikan pelayanan kesehatan berdasarkan pengumpulan, analisis, interpretasi, dan penggunaan data kesehatan masyarakat yang sesuai. 
  • Memberi orang akses layanan kesehatan yang terkoordinasi antar lembaga dan sektor untuk mencapai dampak tindakan umum. 
  • Memberi orang akses pada layanan kesehatan yang diprioritaskan untuk menangani penyebab utama kematian dan kesakitan yang berlebihan. 
  • Memberi orang akses terhadap informasi dan layanan yang dirancang untuk mencegah penyakit menular yang berkontribusi terhadap kesakitan dan kematian berlebihan.
  • Memberi orang akses diagnosis dan pengobatan yang tepat terhadap penyakit-penyakit infeksi yang mencegah kesakitan dan kematian yang berlebihan.
  • Memberi orang akses diagnosis dan pengobatan yang tepat terhadap penyakit-penyakit infeksi yang mencegah kesakitan dan kematian yang berlebihan secara bermakna. 

Layanan Ternak 

Namun, untuk persyaratan bagi penyedia layanan ternak adalah…

  • Agar fokus pada upaya penyelamatan dan pengelolaan ternak saat darurat termasuk evakuasi saat ada peringatan dini bencana yang mengancam. 
  • Layanan ternak saat bencana memberikan perhatian terkait potensi risiko penyebarluasan wabah seperti PMK, zoonosis, dan lain sebagainya. 

Layanan Ekonomi

  • Sebaiknya diubah menjadi persyaratan bagi penyedia layanan pemulihan ekonomi. 
  • Pemulihan ekonomi yang dilakukan harus menggunakan sumber daya lokal.
  • Pemulihan ekonomi yang dilakukan harus meningkatkan kapasitas dan kemandirian, tidak menyebabkan ketergantungan. 

Sebagai tambahan informasi, sosialisasi SNI dapat dilakukan secara daring atau luring ke universitas, pesantren, lembaga agama, komunitas lokal dan desa. (MA)

Dipost Oleh Mutia Allawiyah

Hello, Disasterizen! It's me Mutia. I'm a content writer at Siagabencana.com. I'll provide information about natural disaster preparedness. Nice to know you guys, cheers!

Tinggalkan Komentar